Surat Terbuka Untuk Diriku Sendiri: Kali Ini Kita Berjuang Agar Jauh Lebih Baik Lagi?

Halo, diriku sendiri…

Aku harap kamu dalam keadaan baik dan sehat-sehat saja ya.

Hari demi hari sekarang terasa berlalu begitu cepat. Bahkan kadang akupun sampai lupa menyapamu walau hanya sebentar. Meskipun aku berlaku seperti itu, aku tahu kamu tetap saja sabar.

Baiklah.. Suratku kali ini tidak akan begitu panjang. Karena aku ingin kamu segera membacanya sekarang.

Mungkin kamu belum begitu paham maksudku, tapi aku tahu kamu merasa terluka akibat perlakuanku.

Parasmu adalah karya Tuhan yang istimewa. Tak semestinya aku terus-menerus kecewa

Mesti kuakui bila sering saya terasa kecewa. Saya masih tetap terasa anda kurang anggun serta rupawan. Banyak usaha yang sudah kujalani. Bermacam klinik kecantikan sudah kudatangi, beraneka-rupa alat kosmetik sudah kubeli, belasan krim juga sudah kuolesi, tapi mengapa bagiku anda masih tetap saja kurang menarik. Saya jengkel. Karna yang kurasa wajahmu masih tetap belum juga mulus, kulitmupun masih tetap tampak kusam, bentuk badanmu juga belum juga tampak baik, bahkan juga jerawatmu masih tetap saja kerasan merambat.

Kamu paham.kamu mengerti, sesungguhnya saya telah kelelahan. Saya jemu senantiasa berupaya memperbandingkan. Maafkan saya ya.. Mulai detik ini saya berjanji, juga akan menerimamu apa yang ada. Saya ingin belajar bangga, karna sebenarnya anda yaitu karya Tuhan yang istimewa. Saya akan tidak sempat ingin memperbandingkan wajahmu atau bentuk badanmu sekali lagi dengan orang yang lain sekali lagi. Toh kecantikan maupun ketampanan yang sebenarnya itu aslinya dari lubuk hati serta fikiran kita yang terdalam.

Saya jadi sadar, berhasil itu penghargaan dari rentetan sistem. Benar-benar tidak layak bila saya masih tetap saja protes

Saat ini yang kubayangkan, anda tentu seringkali merengut. Bagaimana tidak, karna tidak ada hari yang kulalui tanpa ada bersungut-sungut. Seolah rasa sukur tidak sempat terlintas dipikiranku. Susah sekali bagiku menghormati berarti kesuksesanmu. Karna berhasil bagiku yaitu dapat beli segalanya yang saya ingin. Berhasil bagiku yaitu jadi orang yang nomor satu. Tapi mengapa keberhasilan itu tidak kunjung datang kepadamu? Saat saya menginginkan makanan yang elegan, mengapa anda cuma dapat memberiku yang murah? Saat saya menginginkan baju yang indah berkelas, mengapa anda cuma dapat membelikanku baju bermodel lawas? Saya menginginkan seperti mereka yang tuturnya mempunyai kebebasan finansial. Bukanlah seperti anda yang terus menerus sial.

Ya ampun.. Saya senantiasa menyalahkan serta memprotes kepadamu. Tentu ini begitu menyakitimu.. Diriku, saya berharap anda masih tetap membukakan pintu maafmu untukku. Karenanya cuma penggalan cerita lama yang dahulu. Saat ini saya ingin buka lembaran hidup yang baru. Saya ingin jadi manusia yang selalu bersukur.

Baca juga: Cara membuat kop surat

Ingin menghormati tiap-tiap perolehan kecil yang anda kerjakan. Ingin berterima-kasih untuk segalanya yang sudah diberi kepadamu. Meskipun anda saat ini bukanlah jadi orang yang nomor satu, toh anda masih tetap diperlengkapi dengan akal sehat yang belum juga buntu. Anda masih tetap dapat selalu berfikir serta belajar dari setiap kekeliruanmu. Walau kita belum juga dapat beli makanan restoran bintang lima, toh kita masih tetap dapat nikmati makanan jajaan kaki lima. Toh kita masih tetap dapat makan. Toh kita masih tetap miliki rumah. Toh hidup kita masih tetap berkecukupan. Benar-benar, nikmat Tuhan mana sekali lagi yang ingin kudustakan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *