Perkumpulan Jual Bibit Ikan Koi

Perkumpulan Jual Bibit Ikan Koi

Perkumpulan Jual Bibit Ikan Koi

Tujuh orang yang diduga melakukan pengroyokan disertai kekerasan,  ditangkap Satreskrim Polres Trenggalek. Korbannya empat orang,  yaitu CAS dan RB, masing-masing warga Pogalan serta AS dan R warga Desa Winong Kecamatan Tugu. Kejadiannya di depan SMPN 1 Trenggalek, tepatnya di Jl Dr Sudomo. Sementara pelakunya Jual Bibit Ikan Koi FM,warga  Desa Gondang Kecamatan Tugu, BYP warga Desa Nglongsor Kecamatan Tugu. Kemudian FPD, AT, dan Jual Bibit Ikan Koi AM warga Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek. Pelaku lainnya, YDF warga Dusun  Bagong Kelurahan Surodakan dan MS warga Desa Ngadirenggo Kecamatan Pogalan. Mereka ini  rata-rata masih berusia antara 19-20 tahun.

Kapolres Trenggalek Jual Bibit Ikan Koi melalui Kasbag Humas AIPDA Adit Suparno yang dihubungi, Selasa (4/8), membenarkan adanya laporan dari korban pengeroyokan. Di Sungai Bagong Trenggalek, debit air yang semula mencapai 3,6 meter kubik perdetik kini hanya tinggal 0,81 meter kubik perdetik. Sementara itu di Sungai Prambon saat ini kondisinya telah kering. “Jadi dari sepuluh sungai yang terdata di Dinas Pengairan, hampir seluruhnya mengalami penurunan dan rata-rata tinggal 22 persen,” katanya.

Setelah dibawa kerumah sakit dan divisum, Jual Bibit Ikan Koi para korban bonyok alias terdapat luka lebam di bagian wajah. Kemudian polisi melakukan penangkapan terhadap para pelaku dan langsung mengamankannya. “Kini, para pelaku dalam proses penyidikan lebih lanjut,’’tegasnya Informasi yang dapat dari Polres, peristiwa itu berawal sekitar Sabtu (1/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu empat orang sedang duduk di depan Jual Bibit Ikan Koi SMPN 1. Kemudian dari arah timur datang segerombolan anak muda yang naik sepeda motor. Puteri pasangan Muhamad Farid Junaidi dan Evi Yulianti warga Kelurahan Lirboyo Kecamatan Mojoroto Kota Jual Bibit Ikan Koi Kediri ini memang sangat hobi dengan dunia tarik suara. Bahkan minat dan bakat anak  ini terhadap olah vokal sudah terlihat sejak masih kecil. Dan terhitung  sejak kelas 2 sekolah dasar dirinya sudah terbiasa unjuk gigi di segala pementasan vocal di atas panggung.

Begitu sampai di tempat kejadian (TKP), ke empat korban diduga mengeluarkan kata-kata yang tidak enak. Sehingga di antara ketujuh pengendara sepeda motor ada yang merasa tersinggung. Saat itu juga mereka Jual Bibit Ikan Koi melakukan pengroyokan disertai pemukulan. Ke empat korban tak berdaya melawan, karena lawannya tujuh orang. Dari kejadian itu,  semua korban mengalami lebam di bagian wajah. Karena tidak terima, ke empat korban yang rata-rata Jual Bibit Ikan Koi itu melapor ke Polres Trenggalek. Kemampuan bernyanyi Salsabila nantinya pasti akan terus berkembang ,karena selain mendapat dukungan dari kedua orang tuanya,pihak sekolahpun juga totalitas dalam memberikan dukungan. Tak sampai disitu,di sekolah pun siswi ini mendapatkan pelatihan tentang seni menyanyi oleh guru pembimbingnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *