Pabrik Pupuk Palsu di Nganjuk Digerebek Polda

Dua pabrik yang meproduksi pupuk jenis k-c- l dengan merek asaro masing masing di desa kurungrejo prambon dan desa sidoarjo tanjunganom nganjuk jawa timur. Dari dua pabrik itu polisi mengamankan ribuan ton pupuk siap diedarkan. Polisi juga menyita puluhan ton bahan pembuat pupuk serta mesin dan alat–alat pembuat pupuk.

Selain kwalitas pupuk yang tidak memenui standar dalam operasionalnya cv agro persada grup dan ud sumber agung juga mencatut nama polda jatim. Mereka berkedok sebagai unit usaha yayasan brata bakti puskopol polda jatim.

Kapolwil kediri kombespol lalu suprapta mengatakan 2 pabrik pupuk tersebut menggunakan nama polda jatim hanya untuk mengelabuhi petugas. Karena selama ini puskopol polda jatim tidak mempunyai unit pupuk.

Dalam memproduksi pupuk k-c-l dua pabrik yang sudah beroperasi lebih dari satu tahun itu menggunakan bahan garam lokal madura garam australia zat pewarna dan potasium yang selanjutnya dilakukan proses pemanasan mengunakan oven hasil pupuk dipasarkan di daerah gambut seperti kalimantan dan sumatra.

Saat ini pihak polwil kediri sedang memeriksa lima orang pengelola usaha ilegal tersebut mereka akan dijerat dengan undang-undang perlindungan konsumen dan penggunaan bahan bakar secara ilegal.

Dua pabrik pembuat pupuk palsu yang berhasil di grebek tim gabungan polwil kediri dan polres nganjuk dipastikan didalangi oknum anggota polda jatim. Hal ini disampaikan kapolda jatim irjen pol herman suryadi sumawireja saat mendatangi lokasi pabrik di nganjuk jawa timur.

Kapolda jatim irjen polisi herman suryadi sumawireja didampingi kapolwil kediri kombes pol lalu suprapta dan kapolres nganjuk akbp wildan deny melihat langsung proses pembuatan pupuk palsu tersebut.

Kapolda jatim irjen pol herman suryadi sumawireja mengatakan pihaknya mengakui bahwa ada oknum anggota polda jatim berpangkat perwira menengah terlibat dalam produksi pupuk palsu tersebut.

Herman menambahkan ia akan memberikan sangsi tegas terhadap anggotanya yang terlibat. Hingga saat ini polisi masih merahasiakan nama oknum anggota polda yang terlibat tetapi dipastikan oknum tersebutmerupakan perwira menengah di jajaran puskopol polda jatim.