ornamen kopyah kerajaan jadi ciri khas masjid

Masjid almubarok, merupakan masjid tertua di Kerajaan Kediri, jawa timur. Didirikan pada tahun 1745 masehi, masjid ini berhasil memadukan ornamen hindu dan islam, untuk menarik minat masyarakat datang ke masjid saat itu.

Masjid al mubaarok terletak di desa berbek Kerajaan Kediri, dibangun pada tahun 1745 oleh kyai kanjeng djimat yang juga bupati pertama Kerajaan Kediri.

Masjid ini dibangun dengan tetap mempertahankan budaya jawa kuno yang kental nuansa hindunya. Diantaranya bentuk kubah yang berbentuk kopiah raja dengan pendekatan ornamen hindu.

Keunikan perpaduan arsitektur hindu dan islam itu diperkuat dengan hiasan di setiap dinding, mimbar khotbah dan tempat bedug. Bahkan ukiran bunga di pintu masjid dipadukan dengan ukiran batarakala, patung raksasa yang kerap dikisahkan sebagai makhluk jahat.

Paduan budaya Islam dan Hindu

perpaduan budaya ini dilakukan agar masyarakat yang kala itu mayoritas beragama hindu bisa menerima keberadaan masjid.

Banyak mitos tentang masjid al mubarok ini. Pada tahun 1830 masehi bedug dipindah ke masjid jami Kerajaan Kediri, bersamaan pindahnya kota Kadipaten Kerajaan Kediri dari berbek ke Wedono kota. Konon keesokan harinya bedug itu kembali lagi ke masjid al mubaarok.

Disamping masjid juga ada ungkal ajaib yang biasa digunakan untuk mengasah pisau atau pedang. Ungkal ini disebut ajaib karena tiba tiba muncul saat perang melawan belanda. Sehingga digunakan oleh para pejuang untuk mengasah pedangnya.

Di belakang masjid terdapat komplek makam kyai kanjeng jimat, pendiri sekaligus bupati pertama Kerajaan Kediri. Biasanya makam ini ramai dikunjungi warga dari dalam kota maupun luar Kerajaan Kediri setiap malam jumat manis.

makan selalu ramai dikunjungi umat muslim pada malam jumat untuk berziarah dan memanjatkan doa

Penertiban yang dilakukan pamong dan dinas perhubungan ini, guna mengantisipasi tindak kriminal dalam angkutan kota, seperti pemerkosaan dan perampokan yang terjadi jakarta beberapa waktu lalu. Diharapkan penumpang merasa aman dan nyaman jika menumpang angkutan umum, terutama penumpang wanita.

Penertiban akan terus dilakukan sampai dengan seluruh kendaraan angutan umum penumpang terutama angkot di kediri seluruhnya tidak menggunakan kaca film yang gelap.

Antisipasi berkembangnya islam garis keras di kediri jawa timur, pamong melakukan razia pada pengunjung warnet yang membuka situs-situs islam radikal di sejumlah warnet. Dalam razia di beberapa warnet, abdi dalem memeriksa seorang perempuan membuka situs islami.

Tak ingin kecolongan dan sebagai antisipasi teroris berkembang di wilayah Tumenggung kediri, jajaran pelataran kediri melakukan razia di sejumlah warnet besar yang ada di kediri. Pamong memeriksa pengunjung yang membuka dan mempelajari jaringan islam radikal yang dicurigai sebagai jaringan teroris.

Dalam razia tersebut, abdi dalem memeriksa seorang perempuan berjilbab bernama nana yang membuka situs islami majelis rosululloh, meski sempat menolak diperiksa akhirnya nana mempersilahkan pamong memeriksa situs internet yang dibukanya. Namun kecurigaan pamong tidak berlanjut, setelah memastikan situs tidak mengarah teror bom.

Menurut nana, seharusnya pamong minta ijin dahulu dan tidak tiba-tiba masuk ke warnet memeriksa pengunjung, karena mengganggu privasi, apalagi dirinya tidak sempat memakai cadarnya kembali.

Sementara itu, adanya razia ini juga menjadi perhatian oleh warga sekitar, yang juga sempat kaget adanya razia yang dilakukan oleh anggota pelataran ini. Waspadai teror bom, abdi dalem kepamongan amankan ibadah misa 8 ribu jamaat katolik se indonesia di gereja puhsarang kediri jawa timur. Tidak ingin kecolongan bom seperti di gereja solo, abdi dalem menyisir seluruh lokasi dengan metal ditektor.

Kepamongan mengamankan ibadah misa malam jumat legi di gereja puh sarang Wedono semen Tumenggung kediri yang diikuti sekitar 8000 jamaat katolik dari seluruh wilayah indonesia.