Kontraktor Kubah Masjid di Palangkaraya Kalimantan Tengah

Kontraktor Kubah Masjid di Palangkaraya Kalimantan Tengah

Kontraktor Kubah Masjid di Palangkaraya Kalimantan Tengah

Setiap pagi hari, orang bermain sepatu roda menjadi pemandangan yang tidak asing lagi di kota Palangkaraya. Mereka bermain sepatu roda di pinggir jalan, di taman kota, dan ada juga yang menjadikan sepatu roda sebagai alat trasportasinya. Di taman kota biasanya yang memainkan sepatu roda adalah anak-anak kecil hingga dewasa. Di pinggir jalan yang memainkan hanya orang remaja hingga dewasa saja. Sedangkan yang menjadikan sebagai transportasi adalah orang yang suka olahraga. Seperti Hani yang bekerja sebagai kontraktor kubah masjid yang suka memakai sepatu roda. Hani memakai sepatu roda dengan alasan dirinya hobi memakai sepatu roda.

Setiap pagi hari, Hani berkeliling olahraga menggunakan sepatu roda miliknya. Sepatu roda yang berwarna merah adalah sepatu roda kesukaannya. Sedangkan warna yang lain hanya sebagai ganti saja. Salah satu sepatu roda Hani ada yang diberikan oleh orang tuanya karena dia bekerja sebagai kontraktor kubah masjid. Setiap Hani akan pergi dia menggunakan sepatu roda dengan warna yang berbeda-beda. Jika Hani akan pergi ke taman dia menggunakan sepatu roda berwarna merah. Karena di taman dia hanya olahraga saja. Jika Hani pergi belanja ke pasar di suruh ibunya dia menggunakan sepatu yang berwarna biru. Karena sepatu roda yang berwarna biru itu pemberian dari ibunya.

Entah apa yang terjadi jika Hani tidak membawa sepatu roda. Setiap dia keluar rumah dia selalu memakai sepatu roda. Saat dia bertemu dengan pembeli kubah masjid pula dia datang dengan memakai sepatu roda. Hingga pembeli hafal jika Hani adalah seorang kontraktor kubah masjid yang menggunakan sepatu roda. Ketika berangkat kerja dia juga menggunakan sepatu roda miliknya. Dia tidak bisa dipisahkan dengan sepatu roda yang jumlahnya puluhan itu. Dia juga menaruh beberapa sepatu rodanya di kantor tempat ia bekerja saat itu. Jika dia berangkat kerja digunakan dan ketika dia pulang kerja juga digunakan. Hani sangat senang memakai sepatu roda.

Meskipun dia hobi sekali dengan sepatu roda. Dia tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai kontraktor kubah masjid walaupun keinginannya setiap saat dapat memakai sepatu roda untuk jalan-jalan. Hani juga merupakan tulang punggung keluarganya. Dia mempunyai satu adik. Adiknyapun juga suka sepatu roda. Meskipun masih duduk di kelas lima tingkat sekolah dasar tetapi adeknya juga tidak kalah banyak koleksi sepatu roda yang dimilikinya. Keinginan adeknya juga nantinya menjadi seorang kontraktor kubah masjid terkenal di Palangkaraya ketika nanti dia besar. Saat ini adik Hani masih suka membeli sepatu roda baru ketika Hani membeli sepatu roda baru lagi. Mereka berdua sangat suka dengan sepatu roda hingga koleksinya masing-masing berjumlah ratusan di rumahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *