Kontraktor Kubah Masjid di Banjarmasin Kalimantan Selatan

Kontraktor Kubah Masjid di Banjarmasin Kalimantan Selatan

Kontraktor Kubah Masjid di Banjarmasin Kalimantan Selatan

Di malam yang petang, berhembus angin dari arah utara keselatan. Suaranya yang nyaring membuat bulu kuduk naik. Ditemani gemricik air hujan yang tak lama datang menemani nyaringnya suara angin. Tiba-tiba keinginan untuk menulis keadaan ini semakin kuat. Dengan secangkir kopi hitam yang panas. Sruput demi sruput kopi hitam ini ku nikmati. Namun, belum datang inspirasi yang ingin ku tulis di depan teras saat itu. Mata yang tanpa sengaja ingin melihat arah utara. Datang bayang-bayang hitam yang muncul dari balik jembatan samping rumah. Seorang yang tidak memakai payung atau pelindung diri dari hujan berupa apapun, berjalan ke arah rumah saya.

Saat lewat depan rumah, rasa tak tega melihatnya ku tawari masuk untuk duduk di teras dahulu semabil menunggu hujan reda. Ternyata beliau seorang kontraktor kubah masjid di Banjarmasin. Beliau duduk di samping kiri saya. Ketika saya tawari secangkir kopi hitam beliau hanya tersenyum, sambil memegang kedua tangannya. Beliau seolah-olah terlihat kedinginan. Saat saya tawari teh beliau mau dan memintanya tanpa di beri gula. Mendengar suaranya yang lirih, membuat saya agak lega karena beliau terlihat bukan orang jahat. Setelah beberapa menit secangkir teh yang di buat istri saya keluar, beliau langsung meminumnya. Sesaat setelah minum sesruput beliau menanyatakan alamat saat ini apa. Beliau juga menanyakan suatu alamat sambil menunjukkan secarik kertas yang tidak begitu jelas karena kertasnya sudah terkena air hujan. Namun di bagian atas kertas itu ada tulisan kontraktor kubah masjid Banjarmasin.

Saat beliau berusaha menerangkan kalau dia datang ke tempat sini karena beliau menerima pesanan dari pak haji Wahab yang akan membangun masjid. Dengan keterangan ini saya langsung mengerti alamat itu. Beliau tersenyum lebar. Beliau bersyukur akhirnya mendapatkan alamat yang di maksud. Beliau berulang kali mengucapkan terima kasih. Lalu beliau bercerita kalau sudah sejak siang hari tadi mencari alamat tersebut sampai mobilnya kehabisan bensin dan dia tinggalkan di jalan raya sana. Beliau juga mengaku tadi juga semapi lewat gang sini tetapi tidak ada seorang pun di luar rumah yang bisa di Tanya alamat tersebut. Kontraktor kubah masjid bercerita bahwa sudah bertahun-tahun selama dia menjadi seorang kontraktor belum pernah mencari alamat pemesan seperti ini. Setelah bercerita panjang ternyata beliau sejak siang tadi berputar-putar di desa sebelah saya. Dengan wajah yang ceria,beliau menghabiskan teh dan berpamitan akan pulang. Tetapi saat itu hujan mulai deras lagi, kontraktor kubah masjid ini duduk kembali di kursinya sambil memandang hujan ini. Saya merasa kasihan seharian mencari alamat tujuan yang belum ketemu, saya mengajaknya makan malam di rumah saya dan dia tidak mau. Beliau sudah sangat senang sudah di beri tahu alamat tujuannya. Tak lama kemudian hujan reda dan beliau berpamitan pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *