Ingin Menjadi Penerjemah Bahasa Inggris? Ini Tipsnya

Untuk memulai sebagai seorang penerjemah bahasa, ada dua pilihan yang bisa diambil, pertama menjadi penerjemah lepas atau freelance, dan satu lagi menjadi penerjemah yang tergabung dalam sebuah perusahaan atau kantor. Sebelum kamu memutuskan untuk menjadi penerjemah dimana, maka ada baiknya kamu pahami dahulu dasar-dasar untuk memulai sebuah karir untuk menjadi penerjemah bahasa inggris.

Berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk menjadi seorang penerjemah. Tugas dari seorang bahasa adalah mengalihkan sebuah bahasa ke bahasa yang dituju. Dan hal itu berarti, kamu harus memahami dua bahasa yang sedang diterjemahkan.

Jika mendengar kata-kata penerjemah bahasa, maka kesan yang ditangkap pada penerjemahan bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia atau justru mereka yang ingin simpel langsung mengakses Google Translate sebagai solusi terjemahan instan. Namun, ternyata tugas penerjemah tidak melulu bahasa asing saja, melainkan harus bisa juga untuk menerjemahkan bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia atau langsung ke bahasa asing. Dengan memiliki kemampuan tersebut, maka kamu bisa disebut sebagai penerjemah.

Tips untuk menjadi seorang penerjemah, yang bisa kamu ikuti adalah kamu harus mampu memahami kemampuan bahasa dan terjemahan pada diri penerjemah. Saat kamu akan memulai sebagai seorang penerjemah, maka kamu bisa mencoba untuk memahami sejauh mana kemampuan kamu akan pemahaman bahasa yang kamu miliki. Ada yang beranggapan jika sudah menguasai bahasa asing tentu mahir dalam menerjemahkannya.

Faktanya, proses dalam sebuah penerjemahan tidak sesimpel itu ada banyak aspek yang harus kamu pahami. Misalnya, saat pemahamanmu akan konteks bahan yang sedang diterjemahkan, maka pemahamanmu tentu memiliki pedoman penulisan, gaya penulisan, gaya penyampaina, dan juga pemilihan kata yang digunakan harus benar-benar diperhatikan sebaik-baiknya.

Selanjutnya, kamu bisa memulai untuk menerjemahkan hal-hal  yang kamu kuasai. Di dunia terjemahan, bahan yang berbeda untuk diterjemahkan tentu memiliki gaya penulisan yang berbeda pula. Seperti misalnya, di dalam penulisan bahasa pada koran-koran akan berbeda redaksionalnya dengan penulisan pada surat perjanjian atau bahasa dalam terjemahan novel.

Maka dari itu, kamu harus benar-benar mengetahui posisi dari bidang terjemahan yang kamu kuasai. Dan itu termasuk bidang keilmuan yang kamu kuasai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *