Harga Daging Sapi Jadi Rp 160 Ribu Per Kg

harga sapi
harga sapi
harga sapi

Harga Daging Sapi – Satu hari mendekati Lebaran, harga daging sapi di pasar tradisionil meroket jadi Rp 150 ribu-Rp 160 ribu per kg (kg). Sesaat daging ayam di jual Rp 40 ribu-Rp 42 ribu per kg karna permainan harga di tingkat produsen atau pedagang besar. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Semua Indonesia (APPSI), Ngadiran mengungkap, harga daging sapi fresh alami kenaikan Rp 30 ribu-Rp 40 ribu per kg dari Rp 120 ribu jadi kisaran Rp 150 ribu-Rp 160 ribu. Harga ini jauh di banding daging sapi beku yang di bandrol Rp 70 ribu-Rp 80 ribu tiap-tiap kilonya.

” Harga rata-rata daging sapi fresh di pasar tradisionil Rp 150 ribu-Rp 160 ribu per kg sekarang ini, ” kata dia waktu dihubungi. Ngadiran mensinyalir beberapa importir atau tempat penggemukan sapi (feed loter) memakai peristiwa Lebaran untuk menempatkan harga tinggi. Mereka, sambungnya, jual sapi hidup pada Tempat tinggal Potong Hewan (RPH) seharga Rp 50 ribu per kg atau naik dari mulanya sekitaran Rp 44 ribu per kg.

Lalu RPH menjual karkas pada pedagang kecil dengan harga lebih tinggi dari mulanya Rp 86 ribu-Rp 88 ribu per kg, hingga pedagang tidak mungkin tetaplah melempar daging sapi fresh ke customer seharga Rp 120 ribu per kg. ” Yang dapat mengatur harga itu beberapa importir, namun mereka malah ambil untung tinggi waktu keinginan daging sapi membludak mendekati Lebaran. Pikirkan saja bila untung importir atau feed loter Rp 6 ribu per kg dikalikan minimum mereka miliki sapi 10 ribu ekor, berapakah banyak mereka bisa untung, ” tutur Ngadiran.

Sesaat pemerintah, Ngadiran menilainya, cuma rajin mengadakan operasi pasar dengan product daging sapi beku seharga Rp 80 ribu per kg tanpa ada lakukan intervensi harga di tingkat feed loter. Semestinya, lanjut dia, pemerintah bisa menghimpit harga di angka spesifik. Sanksinya bila tidak dipenuhi mencabut izin import. ” Bila sekali lagi begini patok harga Rp 130 ribu per kg, silahkan ambillah untung namun janganlah terlalu berlebih. Namun pemerintah jadi membiarkan harga daging sapi hingga Rp 160 ribu karna tentu tetaplah akan dibeli orang-orang berapapun harga nya, ” tutur dia.

Walau bukanlah awal kalinya harga sapi melonjak tinggi, tetapi Ngadiran mengakui, trend kenaikan bertahan hingga Lebaran. Sesudah satu pekan Hari Raya, daging sapi kembali pada harga normal. Lantas merangkak naik sekali lagi mendekati Idul Adha.

Daging Ayam

Ngadiran mengatakan, harga daging ayam mendekati malam takbiran juga alami penambahan Rp 10 ribu-Rp 12 ribu per kg dari Rp 30 ribu per kg jadi Rp 40 ribu-Rp 42 ribu tiap-tiap kilonya. Pemicunya sama juga dengan daging sapi, karena dominasi entrepreneur pakan ternak yang memiliki usaha unggas ayam dari hulu ke hilir hingga bisa memainkan peran harga daging ayam di pasar.

” Monopoli dari beberapa entrepreneur pakan ternak yang miliki peternakan, RPH, hingga pemrosesan product daging ayam beku. Yang untung semuanya kapitalis, serta ini tidak benar. Harusnya ada harga eceran teratas yang dibanderol pemerintah lewat Ketentuan Presiden (PP), ” pungkas Ngadiran.

Demikian ulasan yang dapat kami mengeni harga dagiang ayam dan juga daging sapi yang terus berusaha melonjak naik menjelang hari raya idul fitri dan juga menjelang lebaran idul adha yang kurang 3 bulan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *